Saturday, October 28, 2017
TANTANGAN PENGEMBANGAN P. BATAM
Friday, May 26, 2017
LEFEBVRE dan URBANISM
Tuesday, April 18, 2017
Urban and Regional GROWTH Engineering
Urban n Regional Growth Engineering (2)
Monday, April 17, 2017
Urban and Regional Growth Engineering
URBAN AND REGIONAL GROWTH ENGINEERING
Engineering pertumbuhan wilayah merencana: Bagaimana wilayah yg belum berkembang, stagnant, terbelakang, menjadi berkembang, maju, mandiri, sustainable.
Konsep-konsep yang melekat bagi saya: Urban & Regional Growth Theory, Urban and Regional Geography and Economy, Konsep Pengembangan Wilayah, dan lainnya.
Contoh sasaran RPJMN: mengentaskan setidaknya 5000 desa Tertinggal, dan menjadikan 2000 desa Mandiri.
Juga untuk kota dan kawasan. Contoh lain saat ini planners di Kemendes PDTT juga berupaya menumbuhkan Kawasan Perbatasan.
Di perkotaan bagaimana menumbuhkan kawasan (BWK) yang stagnant agar berkembang, mungkin juga menumbuhkan "newtown in town".
Untuk permukiman kampung kota. GROWTH ENGINEs nya ya TriDaya (daya Manusia + daya Ekonomi + daya Lingkungan).
Fasilitasi penguatan human/social capitalnya, economic/financial capital, physical capitalnya membentuk lingkungan/komunitas kota yg "Tumbuh, Inklusif, Berkelanjutan".
P2KP. P2B merupakan bukti dan menjadi saksi implementasinya.
Contoh, Ir. Amran, Walikota Sawahlunto pasca tutupnya tambang batubara. Kota Sawahlunto nyaris jadi ghost-town ditinggal warganya.
Tapi Sang Walikota bersama warga berhasil melakukan turn-around. Banting stir dari kota tambang menjadi kota wisata.
Bangunan2, gua tambang diubah menjadi atraksi wisata. Komunitas warga eks buruh tambang berpartisipasi membentuk kelompok2 seni khas daerah asal masing2 menjadi atraksi menarik.
Desa2 produsen tenun songket Silungkang ditingkat kualitas produksinya.
Sumber kehidupan kota yaitu pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja meningkat.
Kota Sawahlunto hidup kembali berkat "UnR.Growth Engineering". (Risfan Munir).
Monday, December 26, 2016
TRI MATRA
Sebagaimana penjelasan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (Ditjen. PPMD), TRI MATRA terdiri dari: (1) Jaring Komunitas Wiradesa, (2) Lumbung Ekonomi Desa, (3) dan Lingkar Budaya Desa.
#Risfan_Munir
Saturday, June 11, 2016
Pengembangan Kawasan Perdesaan
Dengan terbitnya UU no.6/2014 tentang Desa, ada energi baru untuk memeratakan pembangunan ke tingkat Desa.
Salah satu misi utama Pengembangan Wilayah ialah pemerataan pembangunan antar wilayah dan perimbangan pembangunan desa-kota (urban - rural), dengan terbitnya UU Desa ada big-push untuk mendorong perdesaan maju lebih cepat.
UU Desa diikuti pemberian kewenangan yang lebih luas kepada Desa, juga ada penyaruran Dana Desa sebesar l.k. Rp 1,4 milyar per-desa. Ini yang bisa disebut energi dan darah baru bagi perdesaan untuk bangkit menyejahterakan warganya.
Salah satu pendekatan yang ditekankan dalam UU Desa ialah pendekatan melalui "pembangunan kawasan perdesaan" (pasal 83, 84 UU Desa). Kawasan perdesaan mempertemukan pendekatan "bottom-up" dengan "top-down", dan "sectoral based" dengan "region based".
Satu desa mungkin terlalu kecil bagi pengembangan "economic cluster", melalui pendekatan kawasan perdesaan hal itu bisa dilakukan.
Begitu pula dalam pengelolaan sumber daya alam, desa-desa bertetangga dapat mengelola bersama kawasan pantai, kawasan aliran sungai, dan lainnya, yang sulit dilakukan oleh tiap desa secara sendiri-sendiri. (Risfan Munir)